Apa Bahayanya Paraben?

Paraben Diketahui Beresiko Sebabkan Kanker
Paraben Diketahui Beresiko Sebabkan Kanker

Di sejumlah negara di Eropa kampanye anti pemakaian paraben dalam produk perawatan tubuh telah lama gencar dilakukan. Ini lantaran  sejumlah penelitian yang menunjukkan bahaya bahan pengawet paraben tersebut bagi kesehatan dan bahkan diduga memicu kanker. Penelitian tersebut dilakukan di Inggris terhadap sejumlah sampel tumor payudara.

Parabens (alkil Ester dari p-asam) digunakan secara luas sebagai pengawet antimikroba pada berbagai produk kosmetik, perawatan tubuh, obat dan makanan. Ada enam bentuk yang umum digunakan (metil, Ethylparaben, p-propil, Isobutylparaben, n-Butylparaben dan Benzylparaben). Menurut peneliti Philippa Darbre, seorang ahli onkologi di university of Reading, Edinburgh, bentuk kimia paraben ditemukan dalam 18 dari 20 sampel tumor yang terindikasi disebabkan oleh sesuatu yang dioleskan ke kulit, diduga berupa deodoran, krim atau body spray.

Semenjak tahun 1998 mulai muncul laporan yang menyatakan bahwa parabens memiliki aktivitas estrogenik yang mirip dengan sel-sel kanker pada tikus dan payudara manusia yang sedang diamati di laboratorium. Lantaran kebanyakan kanker payudara terkait dengan estrogen maka hubungan antara pemakaian deodoran dan kanker payudara menjadi masuk akal. Selain itu, terapi penggantian hormon estrogen/progesteron juga diketahui secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa bahaya paraben memang nyata yakni dapat memicu kanker.

Selain paraben, penelitian selanjutnya menemukan kandungan almunium zirkonium dalam deodoran yang juga diduga kuat memicu kanker payudara. Aluminium zirkonium diketahui hampir selalu terdapat dalam produk deodoran dan aluminium dikenal dapat mengikat DNA dan menyebabkan peradangan jaringan kulit. Asumsinya adalah aluminium dapat merusak DNA dari sel-sel payudara dan paraben kemudian mempercepat pertumbuhan sel yang rusak tersebut. Asusmsi ini dapat menjelaskan mengapa kebanyakan kanker payudara berada di kuadran luar atas payudara.

Itulah penelitian sejumlah ilmuwan yang menjadi asal-muasal munculnya gerakan anti pemakaian paraben dalam produk kosmetik dan perawatan tubuh. Namun rupanya kandungan paraben ini tidak cuma terdapat pada produk deodoran tetapi juga produk-produk perawatan tubuh lainnya mulai dari shampo, sabun, krim, lotion dan banyak lagi. Jadi ada baiknya Anda mengecek kosmetik yang Anda pakai selama ini, sudahkah bebas dari bahaya paraben?

Diterjemahkan dari artikel dalam http://www.organicconsumer.org

From the Summer 2004 newsletter of the Women’s Community Cancer Project
c/o the Women’s Center, 46 Pleasant Street, Cambridge, MA 02139

Cosmetics, Parabens, and Breast Cancer
by Rita Arditti

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s